Loket Khusus Difabel Terbuka: Satpas Purbalingga Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal

Terkini 21 Sep 2026 00:09 • 2 min read • 261 views • By Redaksi
Loket Khusus Difabel Terbuka: Satpas Purbalingga Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
#SatpasPurbalingga #PolresPurbalingga #AKPGharasaZahraZahirah #KasatLantasPurbalingga #LoketKhususDifabel #PelayananLansia #BebasPungli #SuaraPublikIndonesia

PURBALINGGA || pilarkeadilan — Pelayanan yang adil bukan hanya melayani yang mampu berdiri berjam-jam di antrean, melainkan memberi jalan bagi mereka yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Purbalingga membuktikan keadilan itu nyata.

 

Gambar yang diterima redaksi ditampilkan satu sisi layanan yang patut dicontoh: Loket Khusus Penyayang Cacat Fisik berdiri jelas tertera di kaca, terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan. Petugas berdiri di samping, siap mengarahkan, membantu, dan memastikan setiap warga — tanpa memperhatikan kondisi fisik — mendapatkan haknya dengan mudah, pelayanan cepat, dan hormat. Tidak perlu memohon perlakuan istimewa, karena hak itu sudah tersedia sejak awal.

 

Loket ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, ibu menyusui, lansia, serta warga yang memerlukan penanganan khusus. Di sini tidak ada antrean panjang yang memaksa mereka berdiri, tidak ada yang mengabaikan kepadatan. Semua diatur agar proses berjalan layak, manusiawi, dan sesuai martabat setiap warga negara.

 

 

Kasat Lalu Polres Purbalingga AKP Gharasa Zahra Zahirah, S.Tr.K., SIK menegaskan:

 

"Loket khusus ini bukan sekadar tulisan di kaca, melainkan janji yang harus ditepati setiap hari. Penyayandang penyandang disabilitas, ibu menyusui, lansia — mereka dapat dilayani dengan kemudahan, bukan dipersulit.

 

Saya tegaskan: tidak boleh ada petugas yang mengabaikan, menunda, atau malah memungut biaya tambahan atas nama pelayanan khusus. Jika ada yang meminta biaya untuk melayani di loket ini, itu pelanggaran berat dan wajib dilaporkan langsung kepada saya. Pelayanan yang layak adalah hak semua orang, bukan keistimewaan yang bisa dijual beli."

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Chat with us on WhatsApp