Satpas Polrestabes Semarang: Ramah Difabel, Setiap Warga Berhak Dilayani Secara Sama
SEMARANG || pilarkeadilan — Satpas Polrestabes Semarang membuktikan bahwa pelayanan publik sejati tidak boleh memandang fisik maupun keterbatasan. Di lingkungan yang tertata rapi dan aksesnya mudah dijangkau, pelamar berkebutuhan khusus pun dilayani dengan penuh perhatian, bimbingan, dan kesempatan yang sama untuk mengikuti ujian praktik SIM. Petugas menyambut, mengemudi, dan memastikan setiap tahapan berjalan lancar — tanpa perbedaan perlakuan, tanpa tampilan yang membedakan.
Kehadiran jalur yang lebar, petugas pemandu yang sigap, serta ruang ujian yang disesuaikan menjadi bukti nyata: warga berkebutuhan khusus bukan sekadar ditoleransi, melainkan diprioritaskan. Setiap orang berhak berkendara, berhak memiliki dokumen resmi, dan berhak diakui kemampuannya secara adil. Ujian tetap berjalan sesuai standar, namun pendampingan diberikan agar rasa percaya diri tumbuh dan kemampuan asli diukur dengan benar.
Pendekatan humanis ini menegaskan bahwa pelayanan kepolisian ada untuk seluruh rakyat — tanpa kecuali. Bagi permohonan yang memerlukan bimbingan lebih, petugas hadir mendampingi dari pintu masuk hingga proses selesai. Tidak ada keraguan, tidak ada hambatan yang dibiarkan begitu saja. Semua warga negara berdiri setara di hadapan pelayanan negara.
Kasat Lalu Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, S.Ag., SH, MH, menegaskan bahwa pelayanan keadilan adalah amanah yang tidak bisa ditawar.
“Setiap warga negara, tanpa melihat kondisinya, berhak mendapat pelayanan yang layak, ramah, dan setara. Difabel bukan halangan untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Kami hadir untuk memastikan akses yang sama, penghormatan yang sama, dan kesempatan yang sama bagi semua. Melayani dengan hati berarti melayani tanpa membeda-bedakan,” tegas AKBP Yunaldi.
Warga yang merasakan langsung menyambut baik langkah ini. Banyak orang yang mengaku, merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik — tidak sekadar dilayani sebagai pemohon, melainkan dihormati sebagai sesama warga negara. Komitmen ini diharapkan terus dijaga dan menjadi teladan: pelayanan yang adil, inklusif, dan benar-benar milik seluruh masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.